KITAB KIFAYATUL AKHYAR - PANDUAN FIKIH MADZHAB SYAFI'I YANG MENDALAM
Penulis: Syaikh Al-Imam Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad al-Husaini al-Hisni ad-Dimasyqi asy-Syafi'i
Kitab Kifayatul Akhyar, atau judul aslinya Kifayatul Akhyar fii Halli ghaayatil ikhtishaar, adalah salah satu referensi utama dalam kajian fikih Madzhab Syafi’i. Kitab ini disusun oleh Syaikh Al-Imam Taqiyuddin Abu Bakr bin Muhammad al-Husaini al-Hisni ad-Dimasyqi asy-Syafi'i (lahir pada abad ke-9 H atau sekitar tahun 900 H), dengan tujuan memudahkan umat Islam memahami dan mengamalkan hukum-hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Dikenal karena kedalaman isinya, kitab ini menjadi rujukan penting bagi penganut Madzhab Syafi’i.
Sebagai kitab fikih yang komprehensif, Kifayatul Akhyar mencakup berbagai topik penting seperti bersuci, shalat, puasa, zakat, haji, waris, perkawinan, dan banyak lagi. Dalil-dalil yang mendasari setiap hukum juga disertakan untuk memberikan pemahaman yang kuat bagi para pembacanya. Kitab ini cukup tebal, dengan terbitan Darul Kutub al-Islamiyah, Beirut, mencapai sekitar 300 halaman. Dibandingkan dengan kitab-kitab fikih lain seperti Fath al-Mu'in karya Syekh Zainuddin al-Malibari atau Fath al-Qarib karya Syekh Muhammad bin Qasim al-Ghazi, Kifayatul Akhyar menawarkan cakupan materi yang lebih luas.
Di Indonesia, kitab ini menjadi favorit di kalangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam, juga banyak dipelajari di berbagai negara Asia Tenggara dan Timur Tengah dan juga di pondok pondok pesantren di Indonesia. Di Pondok Pesantren Sidogiri, Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya, Pondok Pesantren Cikole Tasikmalaya, misalnya, Kifayatul Akhyar diajarkan secara rutin oleh Al-Ustadz Drs. Mustamin dalam pengajian antara Maghrib dan Isya.
Nama Kifayatul Akhyar, yang berarti "kecukupan terbaik," merepresentasikan harapan Syekh Al-Imam Taqiyuddin agar kitab ini menjadi rujukan utama dalam fikih Madzhab Syafi’i. Dalam mukadimahnya, beliau menyatakan bahwa mereka yang mempelajari dan mengamalkan ilmu fikih sedang menapaki jalan menuju surga: "Sungguh, siapa yang memahami fikih akan berada pada derajat tertinggi dalam kehidupan ini, dan sebaiknya ia mengabdikan seluruh waktunya untuk ilmu ini, karena jalan ilmu fikih adalah jalan menuju surga."
Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda, "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Dia akan membuatnya pandai dalam masalah agama.” Dengan demikian, penguasaan fikih memiliki nilai yang mulia dan membawa manfaat besar bagi kehidupan sehari-hari.
Kitab Kifayatul Akhyar dibagi menjadi dua bagian besar. Pada bagian pertama, pembahasan dimulai dari bab tentang Bersuci (Thaharah), dilanjutkan dengan bab Shalat, Zakat, Puasa, Haji, hingga Jual Beli, dengan total mencapai lebih dari 80 bab yang disusun secara sistematis. Setiap topik diawali dengan penjelasan hukum dan maknanya, kemudian dilanjutkan dengan rincian yang lebih spesifik.
Secara keseluruhan, Kifayatul Akhyar adalah karya monumental dalam tradisi fikih Syafi’i yang menawarkan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek hukum Islam. Dengan struktur yang sistematis dan penjelasan yang komprehensif, kitab ini menjadi panduan penting bagi para pelajar dan praktisi hukum Islam yang ingin memperdalam pengetahuan mereka di bidang fikih.